RSS

Indahnya toleransi antar umat beragama

06 Des

Makalah bahasa indonesia untuk diskusi kelas

Diajukan untuk memenuhi tugas bahasa indonesia

Kata pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmatnya kepada kami sehingga kami dapat menyusun makalah ini hingga selesai .

Makalah kami ini bertemakan tentang “Kerukunan Beragama” yang berisikan petunjuk-petunjuk agar terciptanya kerukunan antar umat beragama.

Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat bagi semua orang yang membacanya dan dapat memberikan pencerahan kepada mereka.

Kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari bapak dan ibu guru serta para pembaca sekalian.

Kepada semua orang yang telah membimbing dan membantu kami dalam penyusunan makalah ini kami ucapkan banyak terima kasih terkhusus kepada bapak guru, dan penulis buku yang tulisannya sangat banyak membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.

i. Pendahuluan

Semua agama yang ada dimuka bumi ini tanpa terkecuali selalu mengajarkan tentang kebaikan. Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kejahatan.

Namun, jika seseorang telah menyakini dan mempercayai agama yang dianutnya dia akan menganggap agamanya yang paling benar. Sebenarnya ini adalah hal yang wajar.

Tetapi karena ada beberapa dari kita yang tidak mempunyai sikap toleransi antar umat beragama dan minimnya kecintaan terhadap perbedaan. Sehingga beberapa tahun terakhir ini sering kali terjadi tragedi kemanusiaan berlatar agama yang berujung pada kekerasan, contohnya perseteruan antara palestina dan israel yang masih terjadi sampai sekarang ini.

Tragedi semacam itu sebenarnya dapat kita musnahkan jika kita mempunyai sikap toleransi yang tinggi dan menanamkan  kecintaan terhadap perbedaan yang dapat menciptakan kerukunan antar umat beragama.

ii. isi

Toleransi adalah sikap saling menghargai. Dalam hubungan antar umat beragama toleransi sangat dibutuhkan. Kita tidak boleh menghina dan mengejek-ejek agama lain. Kita tidak boleh menganggap bahwa orang yang berbeda agama dengan kita adalah musuh kita. Sebaliknya kita harus menghargai agama mereka.

Kebebasan beragama, menjadikan seseorang mampu meniadakan diskriminasi berdasarkan agama; pelanggaran terhadap hak untuk beragama; paksaan yang akan mengganggu kebebasan seseorang untuk mempunyai agama atau kepercayaan. Termasuk dalam pergaulan sosial setiap hari, yang menunjukkan saling pengertian, toleransi, persahabatan dengan semua orang, perdamaian dan persaudaraan, menghargai kebebasan, kepercayaan dan kepercayaan dari yang lain dan kesadaran penuh bahwa agama diberikan untuk melayani para pengikut-pengikutnya. Jadi, toleransi beragama adalah menghargai dengan sabar, menghormati keyakinan atau kepercayaan seseorang atau kelompok lain.

Toleransi dan kerukunan antar umat beragama bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Kerukunan berdampak pada toleransi; atau sebaliknya toleransi menghasilkan kerukunan; keduanya menyangkut hubungan antar sesama manusia. Jika kerukunan antar umat beragama terbangun serta diaplikasikan pada hidup dan kehidupan sehari-hari, maka akan muncul toleransi antar umat beragama. Atau, jika toleransi antar umat beragama dapat terjalin dengan baik dan benar, maka akan menghasilkan masyarakat yang rukun satu sama lain.

Toleransi antar umat beragama harus tercermin pada tindakan-tindakan atau perbuatan yang menunjukkan umat saling menghargai, menghormati, menolong, mengasihi, dan lain-lain. Termasuk di dalamnya menghormati agama dan iman orang lain; menghormati ibadah yang dijalankan oleh orang lain; tidak merusak tempat ibadah; tidak menghina ajaran agama orang lain; serta memberi kesempatan kepada pemeluk agama menjalankan ibadahnya. Di samping itu, maka agama-agama akan mampu untuk melayani dan menjalankan misi keagamaan dengan baik sehingga terciptanya suasana rukun dalam hidup dan kehidupan masyarakat serta bangsa. Jika semua orang menjalankan agamanya masing-masing dengan sebenar-benarnya, maka sudah pasti akan melahirkan kedamaian, ketentraman hidup dan kerjasama sosial yang sehat.

Hal yang wajar ketika manusia membanggakan apa yang dimiliki dan diyakininya. Termasuk juga agama. Seorang muslim tentu saja layak jika bangga dengan keislamannya. Seorang penganut Kristiani patut bangga dengan kristennya. Penganut Hindu, Budha, Konghuchu, bahkan aliran kepercayaan, sudah sewajarnya bangga dengan apa yang sedang diyakininya. Karena ketika seseorang sudah tidak lagi memiliki rasa bangga dengan apa yang dianutnya, justru kita patut mempertanyakan kepadanya tentang kadar keimanannya. Tetapi ada dari kita yang kurang bisa memahami perbedaan antara rasa bangga dan membangga-banggakan.

Contoh toleransi yang paling dekat dengan kita ada dikelas ini (XII IPA II) yang siswa-siswinya memiliki dua agama yang berbeda yaitu islam dan kristen. Namun, perbedaan agama itu tidak membuat kami menjadi bermusuhan karena kami saling bertoleransi satu sama lain.

iii. penutup

Untuk menciptakan kerukunan beragama kita harus memiliki sikap toleransi yang tinggi. Agamamu di ibaratkan seperti istrimu. Kagumi cantiknya, pujilah manisnya, nikmati indahnya, tetapi tidak usah kamu bandingkan dengan istri orang lain. Begitu juga agama kagumi ajarannya, nikmati syariaatnya, renungi nasihatnya, tidak perlu dibandingkan dengan agama lain.

Selain toleransi kita juga harus pintar menyikapi perbedaan. Perbedaan adalah keniscayaan hidup. Perbedaan adalah rahmat dari tuhan maka cintailah perbedaan.

Dalam hidup didunia yang sejenak ini. Mari kita berlomba memperbanyak saudara dari pada menambah daftar musuh. Ciptakanlah kerukunan agar hidupmu damai dan harmonis.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 6, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: