RSS

laporan praktikum asam & basa

29 Jan

Kata Penghantar

Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum ini dengan judul ” Asam dan Basa”.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum ini, serta kedua orang tua, keluarga besar penulis, dan rekan-rekan siswa SMA N 1 Percut Sei Tuan yang selalu memberikan motivasi kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa laporan praktikum ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar laporan ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap kerangka acuan laporan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para pembaca pada umumnya dan pada penulis pada khusunya

Medan, 28 januari 2012

Penyusun

Hendra Riahdo Sinaga

 

Latar Belakang

Asam dan basa merupakan dua senyawa kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum zat-zat yang berasa masam mengandung asam, misalnya asam sitrat pada jeruk dan asam cuka, Basa umumnya mempunyai sifat licin dan terasa pahit. misalnya pada sabun.
Setiap hari kita menggunakan sabun untuk membersihkan badan, ketika sabun mengenai kulit, kita merasakan kulit menjadi bersih dan segar, namun lain halnya jika yang mengenai kulit adalah natrium hidroksida, maka kulit kita akan terasa pedih. Padahal, baik sabun maupun natrium hidroksida merupakan basa. Hal ini disebabkan kadar basa yang terkandung dalam sabun masih dapat ditolerir oleh tubuh. Dengan kata lain, kekuatan basa yang dimiliki oleh sabun lebih rendah daripada yang dimiliki oleh natrium hidroksida. Keadaan seperti itu berlaku pula untuk asam. Buah jeruk yang mengandung sitrat tidak akan memberikan efek samping ketika kita makan, bahkan akan menyehatkan karena buah jeruk mengandung banyak vitamin C. Namun jangan sekali-kali kalian mencicipi asam yang terdapat di laboratorium terutama asam kuat seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (Hcl). Kedua jenis asam tersebut jika kalian sampai menyentuhnya maka tangan kalian akan melepuh dan dapat menyebabkan gatal-gatal.
Air merupakan elektrolit sangat lemah yang terionisasi menjadi ion H+ dan ion H-. Dalam air, Asam melepaskan ion H+ sedangkan basa melepaskan ion OH-. Dalam air asam kuat dan basa kuat terionisasi seluruhnya. Sedangkan asam lemah dan basa lemah hanya terionisasi sebagian. PH larutan menyatakan konsentrasi H+ dalam larutan. Penetralan asam oleh basa menghasilkan air, menurut BRONSTED LOWRY asam merupakan donor proton (H+) dan basa merupakan akseptor proton (OH-).
Di laboratorium asam dan basa secara sederhana dapat dikenali dengan menggunakan kertas lakmus. Dalam larutan asam lakmus akan berwarna biru. Larutan asam dan basa merupakan larutan elektrolit, sehingga didalam air akan terurai menjadi ion-ionnya. Apakah yang menyebabkan suatu larutan bersifat asam, demikian pula apa penyebab suatu larutan bersifat basa.

 

Judul     :

“ Asam dan Basa”

 

Tujuan  :

“Kami melakukan percobaan untuk dapat memahami membedakan antara larutan-larutan Asam maupun basa yang sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari.”

 

Alat dan Bahan  :

1)Mortir

2) Tabung reaksi

3) Gelas kimia

4) Pipet tetes

5) Bunga sepatu

6) Cuka dapur

7) Kapur sirih

8) Air

9) Jeruk nipis

10) Sabun

11) Kunyit

 

Teori      :

Landasan teori yang dipakai untuk melakukan praktikum ini adalah:
Keasaman atau kebasaan suatu zat tergantung pada banyak ada tidaknya ion H (untuk asam) dan ion OH (untuk basa)dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut.
Pada tahun 1884 svante arhenius mengemukakan teori tentang asam dan basa yaitu teori asam basa arhenius. Menurutnya, asam adalah suatu zat yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ diman ion tersebut merupakan satu-satunya ion yang ada dalam larutan. Basa merupakan zat yang apabila di larutkan dalam air akan terionisasi menghasilkan ion OH-, dan ion tersebut merupakan ion satu-satunya yang ada di dalam larutan.
Pada tahun 1923 ahli kima denmark bernama J.N broansted dan ahli kimia inggris bernama T.N lowry mengemukakan teori yang bernama teori asam basa broansted-lowry, yang berbunyi suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut asam dan suatu zat penerima poton (proton asptor) di sebut basa. Dari definisi tersebut maka suatu asam setelah melepas proton akan membentuk basa konjugasi dari asam tersebut. Demikian pula dengan basa , setelah menerima proton akan membentuk asam konjugasi dari basa tersebut.
Paa tahun 1932 G.N lewis menyatakan teori yang berbunyi basa dalah zat yang memiliki satu atu lebih pasangan elektron bebas yang dapat di berikan kepada zat lain sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi, sedangkan asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron tersebut.

 

Prosedur Kerja  :

  1. Sediakan alat dan bahan.
  2. Bersihkan alat-alat yang akan dipakai dengan menggunakan air.
  3. Setelah dibersihkan ambil mortir dan tumbuklah mahkota bunga sepatu dan kunyit sampai halus.
  4. Ambil ekstrak bunga sepatu dan ekstrak kunyit dengan cara disaring terlebih dahulu.
  5. Masukkan ekstrak bunga sepatu dan ekstrak kunyit kedalam gelas kimia.
  6. Lalu campurkan ektrak bunga sepatu ke dalam tabung reaksi yang didalamnya berisi air cuka, begitu juga pada indikator kunyit.
  7. Campurkan satu per-satu bahan-bahan kepada indikator ekstrak bunga sepatu dan indikator kunyit dengan menggunakan pipet tetes.
  8. Amati perubahan warna yang terjadi.

 

Pengamatan :

Bahan-bahan yang akan dicampur

Warna dasar bahan-bahan

Indikator

Mahkota bunga sepatu (merah)

Kunyit (kuning)

Jeruk nipis

Bening

Merah basa

Kuning muda

Asam cuka

Bening

Merah muda

Kuning pekat/kuning telur

Sabun

Biru

Hijau

Kuning busuk

Kapur

Putih

Hijau bening

Cokelat

 

Pertanyaan :

Buat kesimpulan dari percobaan diatas;
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa:

Diantara seluruh larutan yang di uji ternyata terdapat larutan yang bersifat asam dan  basa. Larutan yang bersifat asam diantaranya air jeruk, cuka. sedangkan larutan yang bersifat basa diantaranya air sabun, air kapur.

Dari percobaan Indikator Alam dapat disimpulkan bahwa pada bahan – bahan yang di uji cobakan , sebagian besar berubah warna dari warna aslinya                .

 

Diskusi (kesimpulan) :

Reaksi Asam, Basa dengan Indikator

Sifat suatu larutan dapat ditunjukkan dengan menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat-zat warna yang warnanya berbeda dalam larutan asam dan basa. Untuk mengidentifikasi sifat dari asam dan basa dapat menggunakan kertas lakmus, larutan indikator atau indikator alami.
Secara sederhana, kertas lakmus dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat dari larutan asam, basa dan garam (larutan netral). Alat lain yang dapat digunakan untuk mengindikasi apakah larutan bersifat asam, basa atau netral adalah larutan indikator fenolftalein, metil merah dan metil jingga.
Berbagai bahan tumbuhan yang berwarna, seperti daun mahkota bunga (kembang sepatu, bogenvil, mawar dan lain-lain) kunyit, kulit manggis dan kubis ungu juga dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Ekstrak bahan-bahan ini dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa.
Asam adalah senyawa yang bila dilarutan dalam air mengalami disosiasi membentuk ion hidrogen dan merupakan donor proton serta sebagai penerima pasangan elektron. Sedangkan basa adalah senyawa yang bila dilarutan dalam air mengalami disosiasi membentuk ion hidroksida dan merupakan akseptor proton serta sebagai pemberi pasangan elektron.
Dalam mengukur pH dapat menggunakan 2 alat yaitu pH paper universal dan pH meter. Hasil pengukuran pH menggunakan pH lebih teliti dari pada menggunakan pH meter universal.

Daftar pustaka :

  • Riahdo S.dkk.2012. Kimia untuk kelas XI jilid 2b SMA.percut sei tuan:Negeri 1.
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2012 in Uncategorized

 

Tag:

2 responses to “laporan praktikum asam & basa

  1. Diti

    Maret 5, 2013 at 1:40 am

    kunyit jika ditetesi asam cuka, air, dan rinso akan menghasilkan basa atau asam?

     
    • hendrariahdo

      Agustus 3, 2016 at 3:59 am

      kunyit dapat dijadikan indikator asam atau basa. jika ekstrak kunyit ditetesi dengan asam cuka, air, dan rinso maka akan terjadi perubahan warna. kunyit, akan memberikan warna kuning tua ketika dilarutkan dalam larutan asam, memberikan warna jingga di dalam larutan basa dan memberikan warna kuning terang pada larutan netral. maka kita dapat melihat apakah larutan tersebut asam, basa atau bersifat netral.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: