RSS

Indahnya toleransi antar umat beragama

Makalah bahasa indonesia untuk diskusi kelas

Diajukan untuk memenuhi tugas bahasa indonesia

Kata pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmatnya kepada kami sehingga kami dapat menyusun makalah ini hingga selesai .

Makalah kami ini bertemakan tentang “Kerukunan Beragama” yang berisikan petunjuk-petunjuk agar terciptanya kerukunan antar umat beragama.

Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat bagi semua orang yang membacanya dan dapat memberikan pencerahan kepada mereka.

Kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari bapak dan ibu guru serta para pembaca sekalian.

Kepada semua orang yang telah membimbing dan membantu kami dalam penyusunan makalah ini kami ucapkan banyak terima kasih terkhusus kepada bapak guru, dan penulis buku yang tulisannya sangat banyak membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.

i. Pendahuluan

Semua agama yang ada dimuka bumi ini tanpa terkecuali selalu mengajarkan tentang kebaikan. Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kejahatan.

Namun, jika seseorang telah menyakini dan mempercayai agama yang dianutnya dia akan menganggap agamanya yang paling benar. Sebenarnya ini adalah hal yang wajar.

Tetapi karena ada beberapa dari kita yang tidak mempunyai sikap toleransi antar umat beragama dan minimnya kecintaan terhadap perbedaan. Sehingga beberapa tahun terakhir ini sering kali terjadi tragedi kemanusiaan berlatar agama yang berujung pada kekerasan, contohnya perseteruan antara palestina dan israel yang masih terjadi sampai sekarang ini.

Tragedi semacam itu sebenarnya dapat kita musnahkan jika kita mempunyai sikap toleransi yang tinggi dan menanamkan  kecintaan terhadap perbedaan yang dapat menciptakan kerukunan antar umat beragama.

ii. isi

Toleransi adalah sikap saling menghargai. Dalam hubungan antar umat beragama toleransi sangat dibutuhkan. Kita tidak boleh menghina dan mengejek-ejek agama lain. Kita tidak boleh menganggap bahwa orang yang berbeda agama dengan kita adalah musuh kita. Sebaliknya kita harus menghargai agama mereka.

Kebebasan beragama, menjadikan seseorang mampu meniadakan diskriminasi berdasarkan agama; pelanggaran terhadap hak untuk beragama; paksaan yang akan mengganggu kebebasan seseorang untuk mempunyai agama atau kepercayaan. Termasuk dalam pergaulan sosial setiap hari, yang menunjukkan saling pengertian, toleransi, persahabatan dengan semua orang, perdamaian dan persaudaraan, menghargai kebebasan, kepercayaan dan kepercayaan dari yang lain dan kesadaran penuh bahwa agama diberikan untuk melayani para pengikut-pengikutnya. Jadi, toleransi beragama adalah menghargai dengan sabar, menghormati keyakinan atau kepercayaan seseorang atau kelompok lain.

Toleransi dan kerukunan antar umat beragama bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Kerukunan berdampak pada toleransi; atau sebaliknya toleransi menghasilkan kerukunan; keduanya menyangkut hubungan antar sesama manusia. Jika kerukunan antar umat beragama terbangun serta diaplikasikan pada hidup dan kehidupan sehari-hari, maka akan muncul toleransi antar umat beragama. Atau, jika toleransi antar umat beragama dapat terjalin dengan baik dan benar, maka akan menghasilkan masyarakat yang rukun satu sama lain.

Toleransi antar umat beragama harus tercermin pada tindakan-tindakan atau perbuatan yang menunjukkan umat saling menghargai, menghormati, menolong, mengasihi, dan lain-lain. Termasuk di dalamnya menghormati agama dan iman orang lain; menghormati ibadah yang dijalankan oleh orang lain; tidak merusak tempat ibadah; tidak menghina ajaran agama orang lain; serta memberi kesempatan kepada pemeluk agama menjalankan ibadahnya. Di samping itu, maka agama-agama akan mampu untuk melayani dan menjalankan misi keagamaan dengan baik sehingga terciptanya suasana rukun dalam hidup dan kehidupan masyarakat serta bangsa. Jika semua orang menjalankan agamanya masing-masing dengan sebenar-benarnya, maka sudah pasti akan melahirkan kedamaian, ketentraman hidup dan kerjasama sosial yang sehat.

Hal yang wajar ketika manusia membanggakan apa yang dimiliki dan diyakininya. Termasuk juga agama. Seorang muslim tentu saja layak jika bangga dengan keislamannya. Seorang penganut Kristiani patut bangga dengan kristennya. Penganut Hindu, Budha, Konghuchu, bahkan aliran kepercayaan, sudah sewajarnya bangga dengan apa yang sedang diyakininya. Karena ketika seseorang sudah tidak lagi memiliki rasa bangga dengan apa yang dianutnya, justru kita patut mempertanyakan kepadanya tentang kadar keimanannya. Tetapi ada dari kita yang kurang bisa memahami perbedaan antara rasa bangga dan membangga-banggakan.

Contoh toleransi yang paling dekat dengan kita ada dikelas ini (XII IPA II) yang siswa-siswinya memiliki dua agama yang berbeda yaitu islam dan kristen. Namun, perbedaan agama itu tidak membuat kami menjadi bermusuhan karena kami saling bertoleransi satu sama lain.

iii. penutup

Untuk menciptakan kerukunan beragama kita harus memiliki sikap toleransi yang tinggi. Agamamu di ibaratkan seperti istrimu. Kagumi cantiknya, pujilah manisnya, nikmati indahnya, tetapi tidak usah kamu bandingkan dengan istri orang lain. Begitu juga agama kagumi ajarannya, nikmati syariaatnya, renungi nasihatnya, tidak perlu dibandingkan dengan agama lain.

Selain toleransi kita juga harus pintar menyikapi perbedaan. Perbedaan adalah keniscayaan hidup. Perbedaan adalah rahmat dari tuhan maka cintailah perbedaan.

Dalam hidup didunia yang sejenak ini. Mari kita berlomba memperbanyak saudara dari pada menambah daftar musuh. Ciptakanlah kerukunan agar hidupmu damai dan harmonis.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 6, 2012 in Uncategorized

 

Expression anger, annoyance and embarrassment

Hendra : oh dear!

Niko   : what’s wrong hendra?

Hendra : I really hate with my friend

Niko   : what make you hate?

Hendra : he make lost my homework in the class

Niko   : hmm,,, he really sloppy

Hendra    : yeah..  I angry to him but he not care about it

Niko   : wow.. I not like friend like that

Hendra    : I am so annoyed with him. I can’t stand

Niko   : calm down hendra. Maybe he only play

Hendra : moreover. I am so embarrassed because the teacher punish me in front of the class

Niko   : you are not lucky, I think it’s your bad day

Hendra    : yes. Maybe you are right

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 7, 2012 in Uncategorized

 

laporan praktikum asam & basa

Kata Penghantar

Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum ini dengan judul ” Asam dan Basa”.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum ini, serta kedua orang tua, keluarga besar penulis, dan rekan-rekan siswa SMA N 1 Percut Sei Tuan yang selalu memberikan motivasi kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa laporan praktikum ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar laporan ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap kerangka acuan laporan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para pembaca pada umumnya dan pada penulis pada khusunya

Medan, 28 januari 2012

Penyusun

Hendra Riahdo Sinaga

 

Latar Belakang

Asam dan basa merupakan dua senyawa kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum zat-zat yang berasa masam mengandung asam, misalnya asam sitrat pada jeruk dan asam cuka, Basa umumnya mempunyai sifat licin dan terasa pahit. misalnya pada sabun.
Setiap hari kita menggunakan sabun untuk membersihkan badan, ketika sabun mengenai kulit, kita merasakan kulit menjadi bersih dan segar, namun lain halnya jika yang mengenai kulit adalah natrium hidroksida, maka kulit kita akan terasa pedih. Padahal, baik sabun maupun natrium hidroksida merupakan basa. Hal ini disebabkan kadar basa yang terkandung dalam sabun masih dapat ditolerir oleh tubuh. Dengan kata lain, kekuatan basa yang dimiliki oleh sabun lebih rendah daripada yang dimiliki oleh natrium hidroksida. Keadaan seperti itu berlaku pula untuk asam. Buah jeruk yang mengandung sitrat tidak akan memberikan efek samping ketika kita makan, bahkan akan menyehatkan karena buah jeruk mengandung banyak vitamin C. Namun jangan sekali-kali kalian mencicipi asam yang terdapat di laboratorium terutama asam kuat seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (Hcl). Kedua jenis asam tersebut jika kalian sampai menyentuhnya maka tangan kalian akan melepuh dan dapat menyebabkan gatal-gatal.
Air merupakan elektrolit sangat lemah yang terionisasi menjadi ion H+ dan ion H-. Dalam air, Asam melepaskan ion H+ sedangkan basa melepaskan ion OH-. Dalam air asam kuat dan basa kuat terionisasi seluruhnya. Sedangkan asam lemah dan basa lemah hanya terionisasi sebagian. PH larutan menyatakan konsentrasi H+ dalam larutan. Penetralan asam oleh basa menghasilkan air, menurut BRONSTED LOWRY asam merupakan donor proton (H+) dan basa merupakan akseptor proton (OH-).
Di laboratorium asam dan basa secara sederhana dapat dikenali dengan menggunakan kertas lakmus. Dalam larutan asam lakmus akan berwarna biru. Larutan asam dan basa merupakan larutan elektrolit, sehingga didalam air akan terurai menjadi ion-ionnya. Apakah yang menyebabkan suatu larutan bersifat asam, demikian pula apa penyebab suatu larutan bersifat basa.

 

Judul     :

“ Asam dan Basa”

 

Tujuan  :

“Kami melakukan percobaan untuk dapat memahami membedakan antara larutan-larutan Asam maupun basa yang sering di jumpai dalam kehidupan sehari-hari.”

 

Alat dan Bahan  :

1)Mortir

2) Tabung reaksi

3) Gelas kimia

4) Pipet tetes

5) Bunga sepatu

6) Cuka dapur

7) Kapur sirih

8) Air

9) Jeruk nipis

10) Sabun

11) Kunyit

 

Teori      :

Landasan teori yang dipakai untuk melakukan praktikum ini adalah:
Keasaman atau kebasaan suatu zat tergantung pada banyak ada tidaknya ion H (untuk asam) dan ion OH (untuk basa)dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut.
Pada tahun 1884 svante arhenius mengemukakan teori tentang asam dan basa yaitu teori asam basa arhenius. Menurutnya, asam adalah suatu zat yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ diman ion tersebut merupakan satu-satunya ion yang ada dalam larutan. Basa merupakan zat yang apabila di larutkan dalam air akan terionisasi menghasilkan ion OH-, dan ion tersebut merupakan ion satu-satunya yang ada di dalam larutan.
Pada tahun 1923 ahli kima denmark bernama J.N broansted dan ahli kimia inggris bernama T.N lowry mengemukakan teori yang bernama teori asam basa broansted-lowry, yang berbunyi suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut asam dan suatu zat penerima poton (proton asptor) di sebut basa. Dari definisi tersebut maka suatu asam setelah melepas proton akan membentuk basa konjugasi dari asam tersebut. Demikian pula dengan basa , setelah menerima proton akan membentuk asam konjugasi dari basa tersebut.
Paa tahun 1932 G.N lewis menyatakan teori yang berbunyi basa dalah zat yang memiliki satu atu lebih pasangan elektron bebas yang dapat di berikan kepada zat lain sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi, sedangkan asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron tersebut.

 

Prosedur Kerja  :

  1. Sediakan alat dan bahan.
  2. Bersihkan alat-alat yang akan dipakai dengan menggunakan air.
  3. Setelah dibersihkan ambil mortir dan tumbuklah mahkota bunga sepatu dan kunyit sampai halus.
  4. Ambil ekstrak bunga sepatu dan ekstrak kunyit dengan cara disaring terlebih dahulu.
  5. Masukkan ekstrak bunga sepatu dan ekstrak kunyit kedalam gelas kimia.
  6. Lalu campurkan ektrak bunga sepatu ke dalam tabung reaksi yang didalamnya berisi air cuka, begitu juga pada indikator kunyit.
  7. Campurkan satu per-satu bahan-bahan kepada indikator ekstrak bunga sepatu dan indikator kunyit dengan menggunakan pipet tetes.
  8. Amati perubahan warna yang terjadi.

 

Pengamatan :

Bahan-bahan yang akan dicampur

Warna dasar bahan-bahan

Indikator

Mahkota bunga sepatu (merah)

Kunyit (kuning)

Jeruk nipis

Bening

Merah basa

Kuning muda

Asam cuka

Bening

Merah muda

Kuning pekat/kuning telur

Sabun

Biru

Hijau

Kuning busuk

Kapur

Putih

Hijau bening

Cokelat

 

Pertanyaan :

Buat kesimpulan dari percobaan diatas;
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa:

Diantara seluruh larutan yang di uji ternyata terdapat larutan yang bersifat asam dan  basa. Larutan yang bersifat asam diantaranya air jeruk, cuka. sedangkan larutan yang bersifat basa diantaranya air sabun, air kapur.

Dari percobaan Indikator Alam dapat disimpulkan bahwa pada bahan – bahan yang di uji cobakan , sebagian besar berubah warna dari warna aslinya                .

 

Diskusi (kesimpulan) :

Reaksi Asam, Basa dengan Indikator

Sifat suatu larutan dapat ditunjukkan dengan menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat-zat warna yang warnanya berbeda dalam larutan asam dan basa. Untuk mengidentifikasi sifat dari asam dan basa dapat menggunakan kertas lakmus, larutan indikator atau indikator alami.
Secara sederhana, kertas lakmus dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat dari larutan asam, basa dan garam (larutan netral). Alat lain yang dapat digunakan untuk mengindikasi apakah larutan bersifat asam, basa atau netral adalah larutan indikator fenolftalein, metil merah dan metil jingga.
Berbagai bahan tumbuhan yang berwarna, seperti daun mahkota bunga (kembang sepatu, bogenvil, mawar dan lain-lain) kunyit, kulit manggis dan kubis ungu juga dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Ekstrak bahan-bahan ini dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa.
Asam adalah senyawa yang bila dilarutan dalam air mengalami disosiasi membentuk ion hidrogen dan merupakan donor proton serta sebagai penerima pasangan elektron. Sedangkan basa adalah senyawa yang bila dilarutan dalam air mengalami disosiasi membentuk ion hidroksida dan merupakan akseptor proton serta sebagai pemberi pasangan elektron.
Dalam mengukur pH dapat menggunakan 2 alat yaitu pH paper universal dan pH meter. Hasil pengukuran pH menggunakan pH lebih teliti dari pada menggunakan pH meter universal.

Daftar pustaka :

  • Riahdo S.dkk.2012. Kimia untuk kelas XI jilid 2b SMA.percut sei tuan:Negeri 1.
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 29, 2012 in Uncategorized

 

Tag:

Penelitian tentang kebersihan lingkungan sekolah

DAFTAR ISI

Kata Penghantar
Daftar isi

BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang masalah
1.2. Identifikasi masalah
1.3. Pembatasan Masalah
1.4. Rumusan masalah
1.5. Tujuan penelitian
1.6. Manfaat penelitian

BAB II. TINJAUAN TEORITIS
2.1. Pelaksanaan kebersihan disekolah
2.2. Permasalahan dalam membersihkan lingkungan sekolah
2.3. Pengaruh kebersihan terhadap proses belajar mengajar
2.4. Arti kebersihan lingkungan

BAB III. PEMBAHASAN
3.5. Kondisi kebersihan di SMA Negeri 1 SAMPALI
3.6. Peran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah
3.7. Dampak kondisi lingkungan sekolah terhadap siswa/i
3.8. Upaya menciptakan sekolah yang bersih

BAB IV. METODE PENELITIAN
4.1. Jenis penelitian
4.2. Subjek penelitian
4.3. Lokasi dan waktu penelitian
4.4. Teknik pengumpulan data
4.5. Teknik analisis data

BAB V. HASIL PENELITIAN
5.1. Validitas Data
– Jawaban narasumber dari angket yang penulis ajukan
5.2. Pembahasan hasil penelitian
– Pemilihan subjek penelitian
– Analisis kesalahan subjek penelitian
– Frekuensi Nilai

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
2. Saran

DAFTAR PUSTAKA
INDEKS

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan kekuatan yang diberikan kepada saya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiahini dengan judul “Kebersihan Lingkungan Sekolah”. Karya ilmiah ini merupakan salah satu tugas dalam bidang study bahasa indonesia.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu melalui bimbingan, dukungan, motivasi, dan doa dalam menyelesaikan karya ilmiah ini terutama kepada : ibu Dra. Hj. Trisnany, Mpd. selaku guru pembimbing yang telah banyak memberikan saran-saran dan bimbingan kepada penulis sejak awal penulisan sampai dengan selesainya karya ilmiah ini. ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada narasumber yang telah memberikan penjelasan dan komentar.
Penulis juga menyadari akan adanya keterbatasan didalam laporan ini. Namun penulis berharap kiranya dapat diambil manfaatnya karena segala sesuatu yang tertulis didalam laporan ini merupakan pengalaman lapangan.
Demi untuk memperbaiki penulisan ini penulis berharap dan lapang dada untuk menerima saran dan kritikan yang bersifat membangun.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih, semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, Desember 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Kebersihan pangkal kesehatan. Kata-kata ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Di suatu lingkungan sekolah seringkali sebuah sekolah mengalami permasalah tentang kebersihan. Hal ini disebabkan oleh para siswa yang membuang sampah sembarangan. Motivasi penulis mengangkat tema ini karena sangat kurang sekali kesadaran siswa-siswa untuk membuang sampah pada tempat sampah atau tong sampah yang telah disediakan.
Walaupun sudah tiap hari diingatkan atau dinasehati namun sampah tetap saja berserakan di halaman maupun di dalam kelas. Bahkan kalau diperiksa di dalam laci meja penuh oleh sampah-sampah kertas dan bekas bungkus makanan. Pemberian hukuman dan sangsi-sangsi tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Pemberian hukuman-hukuman dan sangsi-sangsi tersebut tidak memberikan pengaruh yang berarti.
Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat terutama di sekolah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah.
Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman. Oleh karena itulah saya selaku penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap kebersihan lingkungan sekolah untuk membantu para murid menjadi lebih paham akan arti kebersihan lingkungan, terutama lingkungan disekitar sekolah.

1.2. Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana kondisi lingkungan di sekolah kita?
2. Apakah yang menyebabkan kebersihan lingkungan disekolah menjadi tercemar?
3. Siapa yang harus bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan sekolah?

1.3. Pembatasan masalah
Pada indentifikasi masalah ditemukan berbagai masalah tentang hal-hal yang mempengaruhi kebersihan lingkungan sekolah. Oleh karena keterbatasan penelitian dari segi waktu, dan kemampuan, maka penulis membatasi masalah dalam penulisan laporan ini. Adapun masalah yang dibahas pada laporan ini adalah kesulitan mengumpulkan informasi dari narasumber dan pihak-pihak yang terlibat dalam kebersihan lingkungan sekolah.

1.4. Rumusan masalah
Dari batasan masalah diatas, dirumuskan suatu masalah yang akan dibahas dalam laporan ini yaitu: Bagaimana cara penanggulangan sampah jajanan dalam lingkungan sekolah serta arti mengenai kebersihan dan manfaat kebersihan sekolah terhadap proses belajar mengajar.

1.5. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian merupakan hal yang hendak dicapai dalam pedoman untuk melakukan suatu kegiatan yang telah dirumuskan. Adapun tujuan diadakannya penelitian ini adalah:
1. untuk membangkitkan kesadaran para siswa/siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
2. untuk memberikan pengarahan bahwa kebersihan lingkungan itu sangat penting bagi proses belajar mengajar.
3. untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan kebersihan dilingkungan sekolah.
4. untuk mengetahui kondisi kebersihan lingkungan SMAN 1 SAMPALI.
5. untuk mengetahui peran serta siswa dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.
6. ntuk mengetahui pengaruh kondisi kebersihan lingkungan sekolah terhadap siswa/i SMAN 1 SAMPALI

1.6. Manfaat penelitian
1. Penelitian ini dapat membuka wawasan penulis tentang kondisi kebersihan lingkungan sekolah SMAN 1 SAMPALI dan pengaruhnya bagi siswa serta membuka wawasan pembaca tentang lingkungkungan yang baik untuk meningkatkan prestasi belajarsiswa.
2. Menambah pengetahuan bagi peneliti dan pembaca serta memperkenalkan manfaat kebersihan lingkungan.
3. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumbangan bagi kalangan pelajar khususnya kalangan siswa mengenai latar belakang kebersihan sekolah.
4. Sebagai bahan referensi bagi para peneliti lain yang tertarik melakukan penelitian yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti dalam penelitian penulis lebih lanjut.
5. Sebagai penambah pengetahuan dan keterampilan peneliti dalam pembuatan karya tulis ilmiah berupa Skripsi.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1. Pelaksanaan kebersihan disekolah

a. Kegiatan pembersihan harian
Kegitan ini dilakukan setiap hari kerja efektif pada waktu sebelum kegiatan pembelajaran di kelas di mulai, mulai jam 07.00 – 07.30 wib. Tujuannya untuk membersihkan ruang kelas dan halaman sekitar ruang kelas masing-masing, serta halaman sekitar kantor atau ruang lainnya yang berdekatan dengan kelas peserta didik.
b. Kegiatan pembersihan mingguan
Kegiatan ini diberi istilah Sabtu Bersih, yang dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran di kelas di mulai, mulai 07.00 – 07.30 wib. Program kegiatannya bersifat massal yang melibatkan peserta didik dan warga sekolah lainnya. Tujuannya untuk membersihkan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Khusus peserta didik, dalam kegiatan pembersihan tersebut di bagi berkelompok berdasarkan kelas, dan masing-masing kelompok membersihkan lingkungan atau halaman sekolah yang telah ditetapkan oleh pembina kebersihan. Dalam kegiatan ini, kadang kala peserta didik diminta membawa sabit, ember kecil dan alat kebersihan lainnya, tergantung keadaan lingkungan sekolah yang akan dibersihkan.

2.2. Permasalahan dalam membersihkan lingkungan sekolah

Beberapa kesulitan yang dialami dalam membersihkan lingkungan sekolah adalah sebagai berikut:
1. setiap keluar istirahat sampah jajanan mulai banyak berserakan.
2. kurangnya kesadaran para siswa dalam membersihkan lingkungan sekolah.
3. kurangnya fasilitas untuk membersihkan lingkungan sekolah terutama dalam membersihkan kamar mandi.

2.3. Pengaruh Kebersihan Terhadap Proses Belajar Mengajar

Lingkungan belajar yang efektif adalah sebuah lingkungan belajar yang produktiv, dimana sebuah lingkungan belajar yang didesain atau dibangun untuk membantu pelajar meningkatkan produktifitas belajar mereka sehingga proses belajar mengajartercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini dapat digambarkan dengan, kemudahan para pelajar dalam berfikir, berkreasi juga mampu secara aktif dikarenakan lingkungan belajar yang bersih sangat mendukung sehinggatimbul ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Berbeda halnya dengan pelajar yang memiliki sebuah lingkungan belajar yang kotor, tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosankan sehingga tidak timbul rasa semangat pada proses belajar mengajar dikarenakan lingkungan yang kotor dan tidak konduktif dan efektif.

2.4. Arti kebersihan lingkungan

kebersihan adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebaliknya, kotor tidak hanya merusak keindahan tetapi, juga menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.
kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya debu, sampah, dan bau.
Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higienis yang baik.
Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat kerja, dan berbagai sarana umum.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Kondisi kebersihan di SMAN 1 SAMPALI

Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor yang mendorong kita untuk lebih bersemangat dalam proses kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu kebersihan lingkungan sekolah harus dijaga. Begitu pula dengan kebersihan lingkungan SMAN 1 SAMPALI yang harus kita jaga dan kita lestarikan. Kondisi kebersihan SMAN 1 SAMPALI saat ini belum menunjukkan lingkungan sekolah yang bersih. Masih banyak kita jumpai sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Misalnya di kolong meja, kantin, dan tempat-tempat yang tidak terlihat oleh mata (tersembunyi). Padahal, tempat-tempat tersebut bukanlah tempat sampah.
Sampah-sampah tersebut berupa sampah sisa makanan, bungkus plastik makanan, dan lain-lain. Pada saat upacara bendera yang diadakan setiap hari senini, pihak sekolah selalu mengingatkan para siswa-siswi SMA Negeri 1 SAMPALI untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Tetapi, tidak jarang juga ditemukan siswa yang masih saja mengotori lingkungan sekolah. Pihak sekolah sudah melakukan tindakan-tindakan untuk tercapainya lingkungan sekolah yang bersih, indah, sehat, dan nyaman. Tindakan-tindakan tersebut antara lain mengecat kursi dan bangku agar bersih dari coretan-coretan yang tidak pantas untuk anak sekolah, mengunci ruang kelas pada saat jam istirahat berlangsung agar siswa dan siswi tidak makan dikelas yang menyebabkan kelas menjadi kotor, dan memberi sanksi yang tegas bagi siswa dan siswi yang melanggar.
Dengan tindakan-tindakan tersebut diharapkan mampu menyadarkan siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan dapat menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang bersih, bebes dari sampah, indah, sehat, dan dapat mendukung kegiatan proses belajar mengajar (KBM). Tetapi masih saja bisa kita jumpai tulisan-tulisan kecil di meja-meja kelas yang baru saja dicat ulang, sampah- sampah kertas di kolong meja. Hal tersebut menunjukkan betapa rendahnya tingkat kesadaran siswa dan siswi SMAN 1 SAMPALI dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Meskipun pihak sekolah sudah melakukan upaya-upaya untuk menciptakan kebersihan tetapi jika siswa dan siswinya tidak mempunyai rasa memiliki terhadap fasilitas-fasilitas yang ada, maka semua tindakan tersebut menjadi sia-sia.

3.2. Peran Siswa dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

Agar sekolah terlihat bersih, siswa dapat berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, selain itu siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Serta, siswa diharapkan tidak mencorat-coret tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran, dengan begitu, bangku dan tembok akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat oleh siswa dan siswi.
Selain membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan bangku dan tembok, siswa juga diwajibkan untuk melaksanakan piket kelas yang sudah menjadi ketentuan di SMAN 1 SAMPALI. Dan juga bisa dijadikan lomba kebersihan kelas induk untuk masing-masing kelas, agar siswa dan siswi dapat menjaga kebersihan kelas induknya masing-masing. Diluar lomba kebersihan kelas induk tersebut, juga pihak sekolah membuat satu peraturan yang didalamnya berisi anjuran bagi siswa dan siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, dan memberi sanksi yang tegas bagi siswa dan siswi yang melanggarnya.
Hal yang paling pokok untuk peran siswa dan siswi dalam menjaga kebersihan SMAN 1 SAMPALI ini adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga kebersihan sekolahnya agar sekolah tetap dalam keadaan bersih dan nyaman untuk proses kegiatan belajar mengajar.

3.3. Dampak Kondisi Lingkungan Sekolah terhadap Siswa/i.

Dalam proses pembelajaran banyak faktor yang mempengaruhi prestasi siswa. Salah satunya yaitu kebersihan lingkungan sekolah, khususnya pada lingkungan kelas. Kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Jika kelas bersih, indah dan tertata rapi maka kemungkinan besar kenyamanan dalam proses pembelajaran akan tercapai. Selain itu konsentrasi pun bisa lebih fokus, dengan begitu sistem kerja otak akan semakin meningkat. Tetapi sebaliknya, jika lingkungan sekolah terutama kelas terlihat kotor dan kumuh, pelajaran atau materi yang akan diberikan oleh guru akan sulit diterima oleh siswa, hal ini disebabkan karena pecahnya konsentrasi akibat situasi kelas yang tidak nyaman. Suasana kelas yang seperti ini juga menyebabkan siswa bosan atau mengantuk. Maka dari itu kelas harus selalu dalam keadaan bersih agar siswa bisa meningkatkan prestasinya.
Dalam menjaga kebersihan kelas, dibutuhkan kerja sama antara siswa, guru, dan petugas kebersihan sekolah. Siswa adalah salah satu pendukung kebersihan sekolah, karena jumlah siswa yang sangat banyak jika dibandingkan dengan warga sekolah lainnya. Siswa yang memiliki IQ tinggi pasti memiliki kecerdasan dan kecekatan dalam berfikir. Maka jika diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ataupun mencorat-coret bangku, siswa akan mematuhi hal tersebut. Dengan kata lain, siswa yang tidak bisa diperingatkan, selalu merusak, mengotori lingkungan sekolah bisa dikatakan siswa tersebut ber IQ rendah.
Kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Jika kelas bersih, indah dan tertata rapi maka kemungkinan besar kenyamanan dalam proses pembelajaran akan tercapai. Selain itu konsentrasi pun bisa lebih fokus, dengan begitu sistem kerja otak akan semakin meningkat. Tetapi sebaliknya, jika lingkungan sekolah terutama kelas terlihat kotor dan kumuh, pelajaran atau materi yang akan diberikan oleh guru akan sulit diterima oleh siswa, hal ini disebabkan karena pecahnya konsentrasi akibat situasi kelas yang tidak nyaman. Suasana kelas yang seperti ini juga menyebabkan siswa bosan atau mengantuk. Maka dari itu kelas harus selalu dalam keadaan bersih agar siswa bisa meningkatkan prestasinya.

3.4. Upaya Menciptakan Sekolah yang Bersih

Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh, dan penuh dengan sampah. Disamping itu, sampah yang sering kita buang dengan sembarangan dapat mencemari lingkungan baik didalam maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar yang tidak nyaman. Demi terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah sebaiknya melakukan upaya-upaya yang bersifat mengatasi masalah tersebut, upaya-upaya yang perlu di lakukan adalah sebagai berikut:
Guru memberi contoh bila membuang sampah selalu pada tempatnya.
Membuat tata tertib baru yang isinya tentang pemberian denda ataupun hukuman bagi setiap siswa yang membuang sampah tidak pada tempatnya.
Siswa diharapkan mempunyai kesadaran hati nuraninya sendiri untuk menjaga kebersihan sekolah.
Petugas piket pada hari itu juga harus membersihkan kelas dan lingkungan sekitar.
Melarang siswa membuang sampah tidak pada tempatnya.
Melarang siswa mencorat-coret meja atau kursi di dalam kelas atau lingkungan
sekitar dan memberikan sanksi yang tegas badgi pelanggarnya. Memberi sanksi bagi siswa yang melanggar tata tertib kebersihan di sekolah
BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1. Jenis penelitian

Jenis penelitian yang penulis pakai dalam membuat panelitian ini adalah penelitian survey. Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetap I data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variable.

4.2. Subjek penelitian

Berdasarkan judul penelitian yaitu kebersihan di lingkungan sekolah sehingga penulis mengadakan penelitian di lingkungan sekolah dan subjek penelitiannya adalah para siswa kelas XII IPA III.

4.3. Lokasi dan waktu penelitian penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Sampali. waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2011.

4.4. Teknik pengumpulan data

Simple random sampling yaitu pengambilan sample dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut. juga dengan memberikan beberapa angket kepada naarsumber untuk diisi sesuai dengan jawaban dan pikiran masing-masing narasumber.

4.5. Teknik analisis data

Cara penulis dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu penulis mulai menghitung jumlah data, setelah itu penulis mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih. . Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian, penulis menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, penulis menuangkannya dalam karya tulis ini.

BAB V
HASIL PENELITIAN

5.1. Validitas Data

- Jawaban narasumber dari angket yang penulis ajukan.

Berikut beberapa pertanyaan yang diberikan kepada subjek penelitian :
1. Menurut kamu apa yang dimaksud dengan kebersihan.
2. Apakah sekolah kita sudah bersih?
3. Apa yang perlu diperbaiki dari kebersihan sekolah kita?
4. Apa harus ada peraturan atau kebijakan baru untuk kebersihan sekolah kita?
5. Apa yang anda lakukan untuk menunjang kebersihan sekolah kita?

Berikut jawaban dari beberapa subjek penelitian :
A. Fatimah ( kelas XI IPA III )
“Kebersihan adalah sebagian dari iman, kebersihan adalah kesehatan. menurut saya sekolah kita belum bersih dari sampah dan yang perlu diperbaiki adalah sampah-sampah yang berserakan dimana-mana sebaiknya dibuang pada tempatnya. kebijakan yang harus diberi kepada orang yang melanggar peraturan atau yang membuang sampah sembarangan yaitu dengan memberikan sanksi-sanksi yang setimbang.”
berikut beberapa tindakan yang harus dilakukan untuk menunjang kebersihan sekolah:
a) membuang sampah pada tempatnya.
b) selalu menjaga kebersihan lingkungan.

B. Hotnaida panjaitan ( kelas XI IPA III )
“kebersihan merupakan awal dari kehidupan sehat, sebab jika lingkungan bersih pasti orang-orang yang didalamnya hidup sehat. Menurut saya sekolah ini kurang bersih, karena masih banyak sampah-sampah disekitar pekarangan sekolah yang masih berserakan. yang perlu diperbaiki yaitu penambahan tong sampah atau tempat sampah agar sekolah ini bisa semakin bersih dan saya juga berusaha untuk membuang sampah pada tempatya serta melakukan kegiatan piket.”

C. Johana theresia ( kelas XI IPA III )
“kebersihan merupakan sebagian dari iman juga mencerminkan kepribadian yang bersih dan jiwa yang bersih. Dan menurut saya, kebersihan itu sangat perlu dijaga dimanapun kita berada. sekolah kita memang sudah bersih, namun belum begitu maksimal kebersihannya. yang perlu diperbaiki dari kebersihan sekolah kita adalah banyaknya sampah yang masih berserakan. selain itu, fasilitas kamar mandi yang tidak maksimal dan ruangan-ruangan seperti perpustakaan , laboratorium. oleh karena adanya peraturan mungkin dapat membuat siswa-siswi semakin disiplin dan teratur dalam proses kebersihan sekolah. Yang saya lakukan secara pribadi yaitu harus memiliki kesadaran sendiri dalam proses kebersihan sekolah, karena kalau bukan kita yang peduli terhadap lingkungan sekolah siapa lagi.”

D. Media selfiana ( kelas XI IPA III )
“kebersihan adalah sebuah ungkapan yang menyatakan suatu kegiatan dalam menata dengan rapi dan bersih yang membuat sekiktarnya terlihat indah dan terasa nyaman. sekolah kita ini belum bersih. yang perlu diperbaiki yaitu menjaga lingkungan dengan cara membersihkannya setiap hari. kebijakan baru tentang kebersihan harus diterapkan dalam sekolah kita. misalnya membuang sampah pada tempatnya, mencabut rumput liar, dll”

E. Rotua marni ( kelas XI IPA III )
“kebersihan itu adalah bersih dari sampah–sampah dan lingkungan-lingkungan sehat. sekolah kita ini belum bersih. yang perlu diperbaiki adalah sampah-sampah yang berserakan dihalaman, selokan bahkan diruang kelas. peraturan tentang kebersihan lingkungan sekolah memang harus ada. Kita harus membersihkan sampah-sampah yang berserakan, menyediakan tempat sampah yang layak.”

F. Sri Artika ( XI IPA III )
“kebersihan adalah sebagian dari iman, sesuatu yang dapat membuat kita sehat dan terbebas dari penyakit. sekolah ini kalau dilihat sepintas sudah bersih namun kalau dilihat secara mendalam masih belum bersih. kesadaran siswa-siswi diperlukan dalam upaya memperbaiki kebersihan lingkungan sekolah. peraturan sekolah juga harus ada, karena jika tidak ada peraturan sekolah kesadaran siswa-siswai tidak akan ada. yang saya lakukan untuk menunjang kebersihan sekolah kita ini adalah hanya membersihkan daerah kelas saja.”

G. Diah ayu ( XI IPA III )
“kebersihan itu sebagian dari iman. kebersihan itu menghindarkan kita dari penyakit. sekolah kita ini belum bersih. yang perlu diperbaiki yaitu jadwal piket yang harus lebih diperketat lagi. menurut saya peraturan atau kebijakan memang harus ada. yang harus dilakukan untuk menunjang kebersihan sekolah adalah dengan membuang sampah pada tempatnya dan mematuhi peraturan piket yang berlaku.”

H. Nur asanah ( XI IPA III )
“kebersihan itu sebagian dari iman. sekolah ini belum bersih. yang perlu diperbaiki dari sekolah ini adalah kebersihan kamar mandi. peraturan atau kebijakan memang harus ada. yang harus dilakukan untuk menunjang kebersihan sekolah kita adalah dengan mengajak teman-teman untuk bergotong-royong.”

H. Febry cyntia ( XI IPA III )
“kebersihan adalah bebas dari sampah-sampah sehingga tercipta lingkungan bersih dan indah. sekolah kita ini belum bersih, karena masih banyak sampah yang berserakan disekolah. perbaikan lingkungan sekolah memang perlu, peraturan tentang kebersihan memang harus ada. yang harus dilakukan untuk menunjang kebersihan sekolah kita adalah mengampanyekan ‘buang sampah pada tempatnya’.”

I. Irma mahfuza ( XI IPA III )
“kebersihan adalah bebas dari sampah dan penyakit. sekolah ini belum bersih dan belum terlepas dari sampah. peraturan atau kebijakan baru untuk kebersihan sekolah ini memang perlu dan yang harus dilakukan untuk kebersihan sekolah ini adalah dengan menjaga kebersihan.”

J. Emelda thesalonika ( XI IPA III )
“kebersihan adalah sebagian dari iman. sekolah kita belum bersih dan harus ada kebijakan baru tentang kebersihan sekolah ini. yang harus dilakukan untuk menunjang kebersihan sekolah kita ini adalah dengan membuang sampah pada tempatnya.”

5.2. Pembahasan hasil penelitian

– Pemilihan subjek penelitian
Populasi : Kelas XI IPA III
Sampel : Beberapa siswa
Variabel: Siswa

– Analisis kesalahan subjek
no Nama narasumber Nilai Tingkat kesalahan
1 Fatimah 90 10%
2 Hotnaida Panjaitan 85 15%
3 Johana Theresia 90 10%
4 Media Selfiana 85 15%
5 Rotua Marni 85 15%
6 Sri Artika 80 20%
7 Diah Ayu 80 20%
8 Nur Asana Warda 90 10%
9 Febry Chyntia 75 25%
10 Irma Mahfuza 75 25%
11 Emelda Thesalonika 75 25%

– Frekuensi nilai
Nilai Frekuensi
90-100 3
80-90 5
70-80 3
60-70 –
50-60 –
0-50 –

BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Kondisi kebersihan SMAN 1 SAMPALI masih tergolong belum sepenuhnya bersih bersih, karena masih ditemukan sampah-sampah di dalam kelas.

Kebanyakan siswa masih berlaku acuh-tak acuh terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Hal ini bisa dilihat dari coretan-coretan di bangku sekolah, dan dinding-dinding sekolah.

Masih kurangnya tingkat kesadaran akan pentingnya kebersihan di kalangan siswa/I SMAN 1 SAMPALI.

6.2 Saran

Menegakkan peraturan piket di kelas masing-masing
Mengadakan jum’at bersih dan dilombakan kebersihan kelas induknya masing-masing
Menindak atau member sanksi yang tegas bagi siswa dan siswi yang mengotori lingkungan sekolah
Menjaga penyediaan sarana kebersihan (sapu, kemoceng, lap) di setiap kelas

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kebersihan

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10187

http://www.google.com

INDEKS
belajar mengajar 5
data 9, 10, 11
kebersihan lingkungan sekolah 4, 5, 6, 7.
subjek 14
sekolah 4, 7, 8

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 8, 2011 in Uncategorized

 

Komputer

Bagian-bagian Komputer Personal.
1: Monitor
2: Motherboard
3: Prosesor
4: Slot ATA
5: RAM (Memori Akses Acak)
6: Slot PCI
7: Catu Daya
8: Tempat cakram optik
9: Hard Disk
10: Keyboard
11: Mouse
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Dalam arti seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti “komputer” adalah “yang mengolah informasi” atau “sistem pengolah informasi.” Selama bertahun-tahun sudah ada beberapa arti yang berbeda dalam kata “komputer”, dan beberapa kata yang berbeda tersebut sekarang disebut disebut sebagai komputer.
Kata computer secara umum pernah dipergunakan untuk mendefiniskan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk “orang yang menghitung” kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai “alat hitung mekanis”. Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung.
Charles Babbage mendesain salah satu mesin hitung pertama yang disebut mesin analitikal. Selain itu, berbagai alat mesin sederhana seperti slide rule juga sudah dapat dikatakan sebagai komputer.

Jenis

Sekalipun demikian, definisi di atas mencakup banyak alat khusus yang hanya bisa memperhitungkan satu atau beberapa fungsi. Ketika mempertimbangkan komputer modern, sifat mereka yang paling penting yang membedakan mereka dari alat menghitung yang lebih awal ialah bahwa, dengan pemrograman yang benar, semua komputer dapat mengemulasi sifat apa pun (meskipun barangkali dibatasi oleh kapasitas penyimpanan dan kecepatan yang berbeda), dan, memang dipercaya bahwa mesin sekarang bisa meniru alat perkomputeran yang akan kita ciptakan di masa depan (meskipun niscaya lebih lambat). Dalam suatu pengertian, batas kemampuan ini adalah tes yang berguna karena mengenali komputer “maksud umum” dari alat maksud istimewa yang lebih awal. Definisi dari “maksud umum” bisa diformulasikan ke dalam syarat bahwa suatu mesin harus dapat meniru Mesin Turing universal. Mesin yang mendapat definisi ini dikenal sebagai Turing-lengkap, dan yang pertama mereka muncul pada tahun 1940 di tengah kesibukan perkembangan di seluruh dunia. Lihat artikel sejarah perkomputeran untuk lebih banyak detail periode ini.
Komputer benam
Pada sekitar 20 tahun , banyak alat rumah tangga, khususnya termasuk panel dari permainan video tetapi juga mencakup telepon genggam, perekam kaset video, PDA dan banyak sekali dalam rumahtangga, industri, otomotif, dan alat elektronik lain, semua berisi sirkuit elektronik yang seperti komputer yang memenuhi syarat Turing-lengkap di atas (dengan catatan bahwa program dari alat ini seringkali dibuat secara langsung di dalam chip ROM yang akan perlu diganti untuk mengubah program mesin). Komputer maksud khusus lainnya secara umum dikenal sebagai “mikrokontroler” atau “komputer benam” (embedded computer). Oleh karena itu, banyak yang membatasi definisi komputer kepada alat yang maksud pokoknya adalah pengolahan informasi, daripada menjadi bagian dari sistem yang lebih besar seperti telepon, oven mikrowave, atau pesawat terbang, dan bisa diubah untuk berbagai maksud oleh pemakai tanpa modifikasi fisik. Komputer kerangka utama, minikomputer, dan komputer pribadi (PC) adalah macam utama komputer yang mendapat definisi ini.
Komputer pribadi
Komputer pribadi atau personal computer (PC) adalah istilah untuk komputer yang dikenal dan diketahui orang pada umumnya sehingga banyak orang yang tak akrab dengan bentuk komputer lainnya. Hanya orang-orang tertentu saaja yang memakai istilah ini secara eksklusif untuk menunjukkan istilah yang lebih spesifik dan tepat.
Bagaimana komputer bekerja
Saat teknologi yang dipakai pada komputer digital sudah berganti secara dramatis sejak komputer pertama pada tahun 1940-an (lihat Sejarah perangkat keras menghitung untuk lebih banyak detail), komputer kebanyakan masih menggunakan arsitektur Von Neumann, yang diusulkan pada awal 1940-an oleh John von Neumann.Arsitektur Von Neumann menggambarkan komputer dengan empat bagian utama: Unit Aritmatika dan Logis (ALU), unit kontrol, memori, dan alat masukan dan hasil (secara kolektif dinamakan I/O). Bagian ini dihubungkan oleh berkas kawat, “bus”
Memori

modul memori RAM
Di sistem ini, memori adalah urutan byte yang dinomori (seperti “sel” atau “lubang burung dara”), masing-masing berisi sepotong kecil informasi. Informasi ini mungkin menjadi perintah untuk mengatakan pada komputer apa yang harus dilakukan. Sel mungkin berisi data yang diperlukan komputer untuk melakukan suatu perintah. Setiap slot mungkin berisi salah satu, dan apa yang sekarang menjadi data mungkin saja kemudian menjadi perintah.
Memori menyimpan berbagai bentuk informasi sebagai angka biner. Informasi yang belum berbentuk biner akan dipecahkan (encoded) dengan sejumlah instruksi yang mengubahnya menjadi sebuah angka atau urutan angka-angka. Sebagai contoh: Huruf F disimpan sebagai angka desimal 70 (atau angka biner) menggunakan salah satu metode pemecahan. Instruksi yang lebih kompleks bisa digunakan untuk menyimpan gambar, suara, video, dan berbagai macam informasi. Informasi yang bisa disimpan dalam satu sell dinamakan sebuah byte.
Secara umum, memori bisa ditulis kembali lebih jutaan kali – memori dapat diumpamakan sebagai papan tulis dan kapur yang dapat ditulis dan dihapus kembali, daripada buku tulis dengan pena yang tidak dapat dihapus.
Ukuran masing-masing sel, dan jumlah sel, berubah secara hebat dari komputer ke komputer, dan teknologi dalam pembuatan memori sudah berubah secara hebat – dari relay elektromekanik, ke tabung yang diisi dengan air raksa (dan kemudian pegas) di mana pulsa akustik terbentuk, sampai matriks magnet permanen, ke setiap transistor, ke sirkuit terpadu dengan jutaan transistor di atas satu chip silikon.

Pemrosesan
Unit Pengolah Pusat atau CPU berperanan untuk memproses arahan, melaksanakan pengiraan dan menguruskan laluan informasi menerusi system komputer. Unit atau peranti pemprosesan juga akan berkomunikasi dengan peranti input , output dan storan bagi melaksanakan arahan-arahan berkaitan.
Berkas:CPU with pins.jpg
Contoh sebuah CPU dalam kemasan Ball Grid Array (BGA) ditampilkan terbalik dengan menunjukkan kaki-kakinya.
Dalam arsitektur von Neumann yang asli, ia menjelaskan sebuah Unit Aritmatika dan Logika, dan sebuah Unit Kontrol. Dalam komputer-komputer modern, kedua unit ini terletak dalam satu sirkuit terpadu (IC – Integrated Circuit), yang biasanya disebut CPU (Central Processing Unit).
Unit Aritmatika dan Logika, atau Arithmetic Logic Unit (ALU), adalah alat yang melakukan pelaksanaan dasar seperti pelaksanaan aritmatika (tambahan, pengurangan, dan semacamnya), pelaksanaan logis (AND, OR, NOT), dan pelaksanaan perbandingan (misalnya, membandingkan isi sebanyak dua slot untuk kesetaraan). Pada unit inilah dilakukan “kerja” yang nyata.
Unit kontrol menyimpan perintah sekarang yang dilakukan oleh komputer, memerintahkan ALU untuk melaksanaan dan mendapat kembali informasi (dari memori) yang diperlukan untuk melaksanakan perintah itu, dan memindahkan kembali hasil ke lokasi memori yang sesuai. Sekali yang terjadi, unit kontrol pergi ke perintah berikutnya (biasanya ditempatkan di slot berikutnya, kecuali kalau perintah itu adalah perintah lompatan yang memberitahukan kepada komputer bahwa perintah berikutnya ditempatkan di lokasi lain).
Input dan hasil
I/O membolehkan komputer mendapatkan informasi dari dunia luar, dan menaruh hasil kerjanya di sana, dapat berbentuk fisik (hardcopy) atau non fisik (softcopy). Ada berbagai macam alat I/O, dari yang akrab keyboard, monitor dan disk drive, ke yang lebih tidak biasa seperti webcam (kamera web, printer, scanner, dan sebagainya.
Yang dimiliki oleh semua alat masukan biasa ialah bahwa mereka meng-encode (mengubah) informasi dari suatu macam ke dalam data yang bisa diolah lebih lanjut oleh sistem komputer digital. Alat output, men-decode data ke dalam informasi yang bisa dimengerti oleh pemakai komputer. Dalam pengertian ini, sistem komputer digital adalah contoh sistem pengolah data.
Instruksi
Perintah yang dibicarakan di atas bukan perintah seperti bahasa manusiawi. Komputer hanya mempunyai dalam jumlah terbatas perintah sederhana yang dirumuskan dengan baik. Perintah biasa yang dipahami kebanyakan komputer ialah “menyalin isi sel 123, dan tempat tiruan di sel 456″, “menambahkan isi sel 666 ke sel 042, dan tempat akibat di sel 013″, dan “jika isi sel 999 adalah 0, perintah berikutnya anda di sel 345″.
Instruksi diwakili dalam komputer sebagai nomor – kode untuk “menyalin” mungkin menjadi 001, misalnya. Suatu himpunan perintah khusus yang didukung oleh komputer tertentu diketahui sebagai bahasa mesin komputer. Dalam praktiknya, orang biasanya tidak menulis perintah untuk komputer secara langsung di bahasa mesin tetapi memakai bahasa pemrograman “tingkat tinggi” yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa mesin secara otomatis oleh program komputer khusus (interpreter dan kompiler). Beberapa bahasa pemrograman berhubungan erat dengan bahasa mesin, seperti assembler (bahasa tingkat rendah); di sisi lain, bahasa seperti Prolog didasarkan pada prinsip abstrak yang jauh dari detail pelaksanaan sebenarnya oleh mesin (bahasa tingkat tinggi)
Arsitektur
Komputer kontemporer menaruh ALU dan unit kontrol ke dalam satu sirkuit terpadu yang dikenal sebagai Central Processing Unit atau CPU. Biasanya, memori komputer ditempatkan di atas beberapa sirkuit terpadu yang kecil dekat CPU. Alat yang menempati sebagian besar ruangan dalam komputer adalah ancilliary sistem (misalnya, untuk menyediakan tenaga listrik) atau alat I/O.
Beberapa komputer yang lebih besar berbeda dari model di atas di satu hal utama – mereka mempunyai beberapa CPU dan unit kontrol yang bekerja secara bersamaan. Terlebih lagi, beberapa komputer, yang dipakai sebagian besar untuk maksud penelitian dan perkomputeran ilmiah, sudah berbeda secara signifikan dari model di atas, tetapi mereka sudah menemukan sedikit penggunaan komersial.
Fungsi dari komputer secara prinsip sebenarnya cukup sederhana. Komputer mencapai perintah dan data dari memorinya. Perintah dilakukan, hasil disimpan, dan perintah berikutnya dicapai. Prosedur ini berulang sampai komputer dimatikan.

Program
Program komputer adalah daftar besar perintah untuk dilakukan oleh komputer, barangkali dengan data di dalam tabel. Banyak program komputer berisi jutaan perintah, dan banyak dari perintah itu dilakukan berulang kali. Sebuah komputer pribadi modern yang umum (pada tahun 2003) bisa melakukan sekitar 2-3 milyar perintah dalam sedetik. Komputer tidak mendapat kemampuan luar biasa mereka lewat kemampuan untuk melakukan perintah kompleks. Tetapi, mereka melakukan jutaan perintah sederhana yang diatur oleh orang pandai, “programmer.” “Programmer Baik memperkembangkan set-set perintah untuk melakukan tugas biasa (misalnya, menggambar titik di layar) dan lalu membuat set-set perintah itu tersedia kepada programmer lain.” Dewasa ini, kebanyakan komputer kelihatannya melakukan beberapa program sekaligus. Ini biasanya diserahkan ke sebagai multitasking. Pada kenyataannya, CPU melakukan perintah dari satu program, kemudian setelah beberapa saat, CPU beralih ke program kedua dan melakukan beberapa perintahnya. Jarak waktu yang kecil ini sering diserahkan ke sebagai irisan waktu (time-slice). Ini menimbulkan khayal program lipat ganda yang dilakukan secara bersamaan dengan memberikan waktu CPU di antara program. Ini mirip bagaimana film adalah rangkaian kilat saja masih membingkaikan. Sistem operasi adalah program yang biasanya menguasai kali ini membagikan
Sistem operasi
Sistem operasi ialah semacam gabungan dari potongan kode yang berguna. Ketika semacam kode komputer dapat dipakai secara bersama oleh beraneka-macam program komputer, setelah bertahun-tahun, programer akhirnya menmindahkannya ke dalam sistem operasi.
Sistem operasi, menentukan program yang mana dijalankan, kapan, dan alat yang mana (seperti memori atau I/O) yang mereka gunakan. Sistem operasi juga memberikan servis kepada program lain, seperti kode (driver) yang membolehkan programer untuk menulis program untuk suatu mesin tanpa perlu mengetahui detail dari semua alat elektronik yang terhubung.

Penggunaan komputer

Anak-anak sedang belajar penggunaan komputer bersama sang guru.
Komputer digital pertama, memiliki ukuran yang besar dan membutuhkan biaya besar untuk pembuatannya. Komputer di masa itu umumnya digunakan untuk mengerjakan perhitungan ilmiah. ENIAC, komputer awal AS semula didesain untuk memperhitungkan tabel ilmu balistik untuk persenjataan (artileri), menghitung kerapatan penampang neutron untuk melihat jika bom hidrogen akan bekerja dengan semestinya (perhitungan ini, yang dilakukan pada Desember 1945 sampai Januari 1946 dan melibatkan dala dalam lebih dari satu juta kartu punch, memperlihatkan bentuk lalu di bawah pertimbangan akan gagal). CSIR Mk 1/CSIRAC, komputer pertama Australia, mengevaluasi pola curah hujan untuk tempat penampungan dari Snowy Mountains, suatu proyek pembangkitan Hidroelektrik besar. Selain itu juga dipakai dalam kriptanalisis, misalnya komputer elektronik digital yang pertama, Colossus, dibuat selama Perang Dunia II. Akan tetapi, visionaris awal juga menyangka bahwa pemrograman itu akan membolehkan main catur, memindahkan gambar dan penggunaan lain.
Orang-orang di pemerintah dan perusahaan besar juga memakai komputer untuk mengotomasikan banyak koleksi data dan mengerjakan tugas yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia – misalnya, memelihara dan memperbarui rekening dan inventaris. Dalam bidang pendidikan, ilmuwan di berbagai bidang mulai memakai komputer untuk analisa mereka sendiri. Penurunan harga komputer membuat mereka dapat dipakai oleh organisasi yang lebih kecil. Bisnis, organisasi, dan pemerintah sering menggunakan amat banyak komputer kecil untuk menyelesaikan tugas bahwa dulunya dilakukan oleh komputer kerangka utama yang mahal dan besar. Kumpulan komputer yang lebih kecil di satu lokasi diserahkan ke sebagai perkebunan server.
Dengan penemuan mikroprosesor di 1970-an, menjadi mungkin menghasilkan komputer yang sangat murah. PC menjadi populer untuk banyak tugas, termasuk menyimpan buku, menulis dan mencetak dokumen. Perhitungan meramalkan dan lain berulang matematika dengan spreadsheet, berhubungan dengan e-pos dan, Internet. Namun, ketersediaan luas komputer dan mudah customization sudah melihat mereka dipakai untuk banyak maksud lain.
Sekaligus, komputer kecil, biasanya dengan mengatur memprogram, mulai menemukan cara mereka ke dalam alat lain seperti peralatan rumah, mobil, pesawat terbang, dan perlengkapan industri. Yang ini prosesor benam menguasai kelakuan alat seperti itu yang lebih mudah, membolehkan kelakuan kontrol yang lebih kompleks (untuk kejadian, perkembangan anti-kunci rem di mobil). Saat abad kedua puluh satu dimulai, kebanyakan alat listrik, kebanyakan bentuk angkutan bertenaga, dan kebanyakan batas produksi pabrik dikuasai di samping komputer. Kebanyakan insinyur meramalkan bahwa ini cenderung kepada akan terus.
Bagian-bagian komputer
Komputer terdiri atas 2 bagian besar yaitu perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
Perangkat keras
Prosesor atau CPU sebagai unit yang mengolah data
Memori RAM, tempat menyimpan data sementara
Hard drive, media penyimpanan semi permanen
Perangkat masukan, media yang digunakan untuk memasukkan data untuk diproses oleh CPU, seperti mouse, keyboard, dan tablet
Perangkat keluaran, media yang digunakan untuk menampilkan hasil keluaran pemrosesan CPU, seperti monitor dan printer
Perangkat lunak :Sistem operasi
Program dasar pada komputer yang menghubungkan pengguna dengan hardware komputer. Sistem operasi yang biasa digunakan adalah Linux, Windows, dan Mac OS. Tugas sistem operasi termasuk (namun tidak hanya) mengatur eksekusi program di atasnya, koordinasi input, output, pemrosesan, memori, serta instalasi software.
Program komputer
Merupakan aplikasi tambahan yang dipasang sesuai dengan sistem operasinya
Slot pada komputer
ISA/PCI, slot untuk masukan kartu tambahan non-grafis
AGP/PCIe, slot untuk masukan kartu tambahan grafis
IDE/SCSI/SATA, slot untuk hard drive/ODD
USB, slot untuk masukan media plug-and-play (colok dan mainkan, artinya perangkat yang dapat dihubungkan ke komputer dan langsung dapat digunakan)
Jenis komputer
Komputer analog
Komputer pulsa
Mikrokomputer
o Komputer rumah (home computer)
o Komputer pribadi (PC)
o Server
Minikomputer
Mainframe computer
Superkomputer

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 29, 2011 in Uncategorized

 

Biologi

Bagian aksial terdiri dari:
1. Tulang tengkorak terdiri dari:

a. Tulang tempurung kepala (os cranium)

* Tulang dahi (os frontale)
* Tulang kepala belakang (os occipitale)
* Tulang ubun-ubun (os parietale)
* Tulang tapis (os ethmoidale)
* Tulang baji (os sphenoidale)
* Tulang pelipis (os temporale)

b. tulang muka (os splanchocranium)

* Tulang hidung (os nasale)
* Tulang langit-langit (os pallatum)
* Tulang air mata (os lacrimale)
* Tulang rahang atas (os maxilla)
* Tulang rahang bawah (os mandibula)
* Tulang pipi (os zygomaticum)
* Tulang lidah (os hyoideum)
* Tulang pisau luku (os vomer)

2. Tulang dada (os sternum)

Tulang dada terdiri dari tiga bagian yaitu:

* hulu (os manubrium sterni)
* badan (os corpus sterni)
* taju pedang (os xiphoid prosesus)

3. Tulang rusuk (os costae)

* Tulang rusuk sejati (os costae vera)
* Tulang rusuk palsu (os costae sporia)
* Tulang rusuk melayang (os costae fluctuantes)

4. Tulang belakang (os vertebrae)

* Tulang leher (os cervical)
* Tulang punggung (os thoraxalis)
* Tulang pinggang (os lumbar)
* Tulang kelangkang (os sacrum)
* Tulang ekor (os cocigeus)

5. Tulang gelang bahu

* Tulang belikat (os scapula)
* Tulang selangka (os clavicula)

6. Tulang gelang panggul

* Tulang usus (os illium)
* Tulang pinggul (os pelvis)
* Tulang duduk (os ichium)
* Tulang kemaluan (os pubis)

Bagian apendikuler terdiri dari:

1. Tulang lengan

* Tulang lengan atas (os humerus)
* Tulang hasta (os ulna)
* Tulang pengumpil (os radius)
* Tulang pergelangan tangan (os carpal)
* Tulang telapak tangan (os metacarpal)
* Tulang jari tangan (os phalanges manus)

2. Tulang tungkai

* Tulang paha (os femur)
* Tulang tempurung lutut (os patella)
* Tulang kering (os tibia)
* Tulang betis (os fibula)
* Tulang pergelangan kaki (os tarsal)
* Tulang telapak kaki (os metatarsal)
* Tulang jari kaki (os phalanges pedis)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 29, 2011 in Uncategorized

 

Pkn

== Sejarah Pancasila ==
=== Hari Lahir Pancasila ===
Sejarah pembuatan Pancasila ini berawal dari pemberian janji kemerdekaan di kemudian hari kepada bangsa Indonesia oleh Perdana Menteri Jepang saat itu, Kuniaki Koiso (國昭 小磯 atau 国昭 小磯) pada tanggal 7 September 1944. Lalu, pemerintah Jepang membentuk [[BPUPKI|BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)]] pada tanggal 29 April 1945 (2605, tahun Showa 20) yang bertujuan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan tata pemerintahan Indonesia Merdeka.

BPUPKI semula beranggotakan 70 orang (62 orang Indonesia dan 8 orang anggota istimewa bangsa Jepang yang tidak berhak berbicara, hanya mengamati/ ”observer”),kemudian ditambah dengan 6 orng Indonesia pada sidang kedua. Sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945 untuk merumuskan falsafah dasar negara bagi negara Indonesia. Selama empat hari bersidang ada tiga puluh tiga pembicara. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa Soekarno adalah “Penggali/Perumus Pancasila”. Tokoh lain yang yang menyumbangkan pikirannya tentang Dasar Negara antara lain adalah Mohamad Hatta, Muhammad Yamin dan Soepomo.

“Klaim” Muhammad Yamin bahwa pada tanggal 29 Mei 1945 dia mengemukakan 5 asas bagi negara Indonesia Merdeka, yaitu ”kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.” oleh “Panitia Lima” (Bung Hatta cs)diragukan kebenarannya. Arsip A.G Pringgodigdo dan Arsip A.K.Pringgodigdo yang telah ditemukan kembali menunjukkan bahwa Klaim Yamin tidak dapat diterima. Pada hari keempat, Soekarno mengusulkan 5 asas yaitu ”kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri-kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang Maha Esa”, yang oleh Soekarno dinamakan ”Pancasila”, Pidato Soekarno diterima dengan gegap gempita oleh peserta sidang. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni 1945 diketahui sebagai hari lahirnya pancasila.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, setelah upacara proklamasi kemerdekaan, datang berberapa utusan dari wilayah Indonesia Bagian Timur. Berberapa utusan tersebut adalah sebagai berikut:

# Sam Ratulangi, wakil dari Sulawesi
# Hamidhan, wakil dari Kalimantan
# I Ketut Pudja, wakil dari Nusa Tenggara
# Latuharhary, wakil dari Maluku.

Mereka semua berkeberatan dan mengemukakan pendapat tentang bagian kalimat dalam rancangan Pembukaan UUD yang juga merupakan sila pertama Pancasila sebelumnya, yang berbunyi, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Pada Sidang PPKI I, yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, Hatta lalu mengusulkan mengubah tujuh kata tersebut menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pengubahan kalimat ini telah dikonsultasikan sebelumnya oleh Hatta dengan 4 orang tokoh Islam, yaitu Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan. Mereka menyetujui perubahan kalimat tersebut demi persatuan dan kesatuan bangsa. Dan akhirnya bersamaan dengan penetapan rancangan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 pada Sidang PPKI I tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.

=== Hari Kesaktian Pancasila ===
{{main|Gerakan 30 September}}
Pada tanggal [[30 September]] [[1965]], adalah awal dari [[Gerakan 30 September]] (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 28, 2011 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya.